Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Belajar akan menjadi sangat menyenangkan jika dilakukan dengan cara dan penyampaian yang menarik. Jika dalam pemahaman logika matematika bisa disampaikan dengan permainan teka-teki, maka dalam akuntansipun demikian. Karena pada hakekatnya, akuntansi adalah logika dasar matematika.

Nah, sebagai contoh marilah kita bermain-main dengan logika dasar Rugi-Laba dalam teka-teki berikut ini.

Amir adalah penjual Rokok. Suatu saat, Budi membeli rokok kepada Amir, seharga Rp. 12.000,- Uang Budi sebesar Rp. 20.000,-. Karena amir tidak punya kembalian, maka uang Rp. 20.000,- ditukarkan ke Cak Maman Penjual Bakso. Amir memperoleh uang pecahan 5 lembar Seribuan, 1 lembar 5-ribuan, dan 1 lembar 10-ribuan. Maka, uang kembalian untuk Budi sebesar Rp. 8.000,-

Sepuluh menit kemudian, Cak Maman kembali kepada Amir dan menyatakan bahwa uang Rp. 20.000,- darinya adalah PALSU. Dengan sangat terpaksa, Amir mengembalikan uang Rp. 20.000,-

Pertanyaannya : Berapakah kerugian Amir?
Jika diketahui Harga Pokok Rokok = Rp. 10.000,-


Menurut saya, teka-teki semacam ini, selain dapat digunakan sebagai selingan pada pelajaran matematika, juga dapat digunakan pada pelajaran bahasa. Kenapa? Karena dalam teka-teki ini kecermatan penggunaan kata dan kalimat sangat berperan dalam memahami dan menyelesaikan masalah pada teka-teki ini. Saya berharap semoga pembaca bisa menjawab teka-teki tersebut di atas dengan perhitungan matematika dikombinasikan dengan logika dasar akuntansi.


Mau tau jawabannya ??? (Ikuti terus uziek) :D

UPDATE : JAWABAN
Pendapatan
Harga Jual Rokok : 12.000
Harga Pokok : 10.000
Laba Kotor : 2.000

Biaya :
Rugi Penjualan Rokok : 12.000
Uang Kembalian : 8.000
Uang Palsu : 20.000
Total Biaya : 40.000,-

Laba (rugi) : (38.000)

Belajar dari hal yang sederhana

Dari permainan di atas, kita bisa belajar logika Laporan Laba Rugi. Saya meyakini bahwa seorang pengusaha, tidak peduli transaksinya akan dicatat dengan model apa, menganut sistem apa, sesuai standar akuntansi yang mana, dsb. Dia hanya peduli kepada usahanya, Laba atau Rugi.

Nah, sebagai seorang akuntan, tentu kita harus bisa menyajikan informasi keuangan yang bisa dibaca oleh orang yang memerlukan informasi tersebut. Informasi keuangan yang salah saji, bisa menyebabkan kesalahan manajemen mengambil kesimpulan yang berujung kepada kesalahan mengambil keputusan. Akibatnya sangat fatal bila hal tersebut sampai terjadi. Jika logika dasar Laba/Rugi tidak dipahami , tentu akan berakibat salah dalam mencatat (membuat jurnal, posting, dan melaporkan). Ujung-ujungnya, manajeman salah mengambil keputusan.

Untuk itu, mari kita mulai belajar dari hal-hal yang sederhana.. sementara, lupakan SAK, IFRS, dan standar yang lain. Mari kembali ke khittoh - untuk apa laporan keuangan dibuat.


Jika anda ingin mengajukan pertanyaan, diskusi, atau kritikan dan Saran silahkan klik d i s i n i

About Fauzi Ghazali

Uziek - Hanyalah seorang penyuka kopi, akuntansi, dan oprek aplikasi akuntansi
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

11 komentar:

  1. wah menarik sekali penyajiannya..
    mantap...

    senang bisa berkunjung
    Berkunjung juga Ke Blog Gua ya

    ReplyDelete
  2. @ Adang : Terima kasih kunjungannya ke blogku dan juga komentarnya...

    ...jadi malu :)

    ReplyDelete
  3. saya kurang ahli dalam akuntansi,tapi ga ada salahnya saya mencoba menjawab ya. :)
    kerugiannya adalah:
    *harga pokok rokok 10,000
    *kembalian 8,000
    *ganti uang palsu 20,000
    jadi totalnya 38,000
    bener ga?

    ReplyDelete
  4. @431_R4v3n_J09j4 :

    Terima kasih atas jawabannya... :D

    ReplyDelete
  5. Kepada vie_vitriyani@yahoo.com

    mohon alamat emailnya yg jelas, saya berkali-kali coba menanggapi emai anda selalu gagal kirim...

    ReplyDelete
  6. Terimakasih Infonya
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii :)

    ReplyDelete
  7. Mas, sepertinya ada yang salah deh.. coba kita bikin jurnalnya yah :

    1. Ketika penjualan :

    Kas (D) 12.000
    HPP (K) 10.000
    Profit (K) 2.000

    Uang kembalian gak dijurnal karena memang kita gak dapet duitnya. Kalau mau dijurnal gpp, dibikin temporary account yang ilang waktu duit dibayarkan

    2. Ketika ada claim uang palsu

    Biaya Claim (D) 20.000
    Kas (D) 20.000

    Nah, kalau kita lihat disini rugi sebenernya yah yang ada di debet, yaitu 32.000

    Rinciannya dari :
    1. HPP : 10.000
    2. Profit (yang gak jadi) : 2.000
    3. Biaya Claim : 20.000

    Kalau salah mohon maap, soalnya ini juga baru belajar

    ReplyDelete
  8. klo jurnalnya gimna om?:D

    ReplyDelete

  9. Uang kembalian gak dijurnal karena memang kita gak dapet duitnya. Kalau mau dijurnal gpp, dibikin temporary account yang ilang waktu duit dibayarkan...

    Benar,uang kembalian gak dijurnal.. tp kita mengeluarkan uang kan... ???

    Harga 12K, Uang 20k, kembali 8K.. uang 8K yang keluar ke pembeli 1 siapa yang nanggung???? ditambah klaim uang palsu 20K dari pembeli 2, ditambah lagi barang ilang seharga 10K...

    ReplyDelete
  10. Baru muncul krna saya juga lagi belajar

    Mas kalo kata saya sih 32 rb klo pemikiran saya sih bgini
    Dia rugi pertama modal trs keuntungan ya kan modalnya 10 rb dia jual jadi 12 rb jadi untunh 2 rb kan jadi kan total nya 12 rb lah (rugi pertama)
    Trs dia kan udah tukerin uang pecahan 5rb + 10rb + (5×1rb)= 20rb krna dia udah terlanjur ngasih kembalian 8 rb brrti di tangan dia ada 12 rb. Berhubung krna tdi uang nya palsu makanya dia harus gantiin uangnya.. jadi 12 rb tdi hra diganti dan uang 8 rb itu hars diganti jadi totalnya (rugi kedua) itu 20 rb (12+8)

    Jadi dia rugi dong 12 + 20 rb =32rb karena yang 8 ribu itu udh termasuk sama uang yg 12 rb sama 8 rb yg hrs diganti gara2 palsu trs dia juga rugi karena ga dapet untung sama modal hahaha

    Bahasa saya ribet bertele2 maklum saya bukan ahli ak

    Kerugian
    Modal = 10 rb
    Untung = 2 rb
    _______________+
    Total = 12 rb (rugi pertama)

    20 rb (rugi kedua) sebab :
    Hrs mengganti uang cak maman yang asli senilai 20 rb dari 12 ribu uang yg asli dan uang 8rb (kembalian ke budi)

    Jadi total ya rugi pertama + rugi kedua = 12rb + 20rb = 32 rb

    Trs tdi klo mnrt penalaran saya mas bilang uang 8rb yang keluar ke pembeli 1 siapa yg nanggung trs ditambah klaim uang palsu 20 rb dri pembeli 2 ditambah barang ilang 10 rb kan? Loh mnrt saya kok 8rb nya 2x sih jadinya kan jelas2 si amir ga punya uang pecahan buat kembalian kan makanya dia tukerin tuh jadi kan sama aja dong gada yg bertambah jadi 28 rb jadi 8 ribunya ga diitung lagi karena 20 ribu itu udh termsuk uang untuk gantiin ke maman 8rb sama 12 ribu . Nah 12 rb itu dri uang yg ditukerin tdi sama 8 rb yg udh trlnjur dikasih ke budi buat kmbalian otomatis si amir hrs gntiin uang 8

    ReplyDelete

Sebuah diskusi akan lebih hidup bila terdapat komunikasi di antara penulis dan pembaca Blognya Uziek
Di Mohon untuk meninggalkan komentar yang santun..


Top