Kalo kita dengar istilah akuntansi, biasanya orang langsung berpikir tentang keuangan, yang ‘njlimet’, memusingkan, dan bikin stress. Padahal gak serumit itu. Malah kalo menurut saya lebih mudah dari ilmu fisika, kimia, atau ilmu eksak lainnya. Yang dibutuhkan untuk mengerti akuntansi hanya logika, dan operasi dasar matematika (+, -, /, x ) . Rumus kalkulus, integral, dan hal semacamnya gak diperlukan dalam akuntansi.

Pengertian singkat akuntansi adalah informasi keuangan. Dengan mengetahui informasi keuangan, maka langkah strategis apa yang akan dilakukan menjadi lebih mudah untuk diputuskan. Inilah pentingnya akuntansi, memberikan informasi keuangan.

Banyak persepsi orang tentang profesi akuntan. Ada yang beranggapan posisi akunting di sebuah perusahaan sebagai posisi “basah” karena berhubungan dengan uang.

Seorang akunting idealnya sama sekali tidak memegang uang. Kenapa?
Yah, dia hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan informasi keuangan hingga bisa dibaca oleh pihak yang berkepentingan. Kalau dia juga memegang uang, sementara dia juga yang mengelola informasi keuangan, korupsi bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Makanya divisi keuangan dan divisi akunting dipisah, tujuannya untuk pengendalian.

Pernah suatu kali ketika saya bekerja di sebuah peruhaan sebagai akunting. Sang owner selalu marah-marah karena melihat staf saya hanya terlihat duduk manis di depan komputer untuk input data transaksi. Dalam persepsinya, kalo hanya untuk input data, anak lulusan SMA saja bisa, gak perlu yang sarjana… Benar!!! Kalo hanya input data memang kita tidak memerlukan seorang karyawan yang setara sarjana. Seorang akunting tidak hanya input data, tapi mengolahnya hingga menjadi output laporan yang bisa dibaca oleh penggunanya.

Masih dalam persepsinya, bahwa seorang akunting harus tahu segalanya dalam bidang usahanya. (Tempat saya bekerja adalah perusahaan konstruksi dan developer). Oke, saya sependapat dalam hal ini, tapi sebatas informasi keuangan. Seorang akunting harus tahu segala detil informasi keuangan.. selain sisi keuangan, akunting tidak punya dasar kemampuan untuk itu. Makanya akunting harus bekerjasama dengan divisi lain. Akhirnya saya sadar bahwa perlu waktu lama untuk merubah persepsi seseorang.
Tugas utama seorang akunting adalah mengolah data keuangan hingga menjadi informasi keuangan yang sangat berguna bagi pihak yang berkepentingan. Pengolahan data ini meliputi input data, proses data, dan outputnya berupa informasi keuangan yang berupa Neraca, Laporan Laba-Rugi, Arus Kas, Perubahan Modal/ekuitas dan informasi lain sesuai kebutuhan pihak yang membutuhkan.

Karena tugasnya ini, seorang akunting seringkali juga menjadi seorang ‘sastrawan’ dalam dunianya untuk membela kepentingan perusahaan dari pihak-pihak di luar perusahaan. Karena dia menjadi sastrawan, tentunya apa yang dihasilkan harus indah, puitis, penuh romansa hingga yang membaca informasi keuangan terlena oleh keindahan hasil karya sastrawan akuntansi ini. Tentu saja hasilnya sedikit atau banyak berbeda dengan realitas yang ada.

Informasi yang tidak aktual dan jauh dari realitas akan menjerumuskan si pengguna informasi. Dan jika si pengguna tahu telah dibohongi, unsur kepercayaan akan hilang. Padahal sebuah bisnis bisa terjalin karena unsur kepercayaan ini. Disinilah peran pentingnya seorang akunting. Jika dia salah menginformasikan keuangan – entah sengaja atau tidak – pihak pengguna informasi akan salah mengambil keputusan strategisnya.

Related Posts